FILOSOFI ALKINDI DAYCARE UNTUK MEMBENTUK ANAK BRILIANT

Dewasa ini, kita sering melihat fenomena anak-anak yang cerdas, namun tidak baik dalam hal perangai atau akhlak. Atau ada juga fenomena anak-anak yang sesungguhnya cerdas namun justru terjebak di dalam pergaulan kurang baik, atau bahkan kurang beriman dan kurang taat dalam hal agama. Hal ini dikarenakan kebanyakan dari kita mendefinisikan sukses sebagai kekayaan, nilai yang baik, kedudukan yang tinggi, atau berbagai macam hal yang bersifat materiil lainnya. Namun, apakah benar hal itu adalah kesuksesan yang sesungguhnya dicari? Sesungguhnya, semua hal yang kita lakukan akan bermuara kepada apa yang menjadi tujuan akhir dari masing-masing orang.

Berdasarkan pengamatan saya pribadi, tujuan akhir ini seringkali mengalami pergeseran dari nilai-nilai utama yang sesungguhnya. Sebagai contoh, jika tujuan akhir dari belajar adalah menjadi cerdas dan mencari ilmu, maka seharusnya setiap pelajar memiliki semangat untuk terus meningkatkan kapasitas diri dengan belajar. Seharusnya, tidak ada pelajar yang berbuat bodoh dengan malas belajar dan memilih mencontek saat ujian. Namun, karena dewasa ini tujuan dari belajar sudah bergeser dari meningkatkan kapasitas diri dan mencerdaskan diri sendiri menjadi mencapai nilai yang tinggi, seringkali jalan-jalan pintas seperti mencontek menjadi solusi. Begitu pula dengan perilaku-perilaku seperti korupsi, mencuri, dan berbagai hal negatif lainnya yang sungguh mengiris hati.

 

Salah satu tujuan kami membangun Alkindi Islamic Daycare Plus ini adalah untuk mengembalikan kesadaran diri masyarakat Indonesia akan tujuan kehidupan yang hakiki dengan menanamkan nilai-nilai utama sejak dini. Sesuai dengan filosofi yang tergambarkan dari logo kami, yakni sebuah keseimbangan kanan dan kiri; yin & yang : kecerdasan pikiran yang digambarkan dengan wana kuning, dan kemuliaan hati yang digambarkan dengan warna biru. Dua hal inilah, yakni otak (pikiran) dan hati, yang melebihkan manusia dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Maka pemaksimalan pada dua unsur kunci inilah yang lebih ditekankan di Alkindi Islamic Daycare Plus, demi membangun insan yang brilian, yakni yang cerdas dan mulia.

Adapun bentuk lampu yang diambil sebagai forma keseimbangan tampil sebagai representasi dari kecerdasan yang sesungguhnya. Lampu adalah pralambang dari kecerdasan yang memberikan banyak kebermanfaatan, dan sekaligus sebagai hasil dari suatu kecerdasan yang dibalut dengan kerja keras yang konsisten oleh seorang genius, Thomas Alva Edison. Maka, di sini kami ingin menyuarakan bahwasanya tiada guna kecerdasan tanpa kebermanfaatan bagi sesama, dan tidak akan pernah ada kecerdasan dan kebermanfaatan tanpa adanya kerja keras, konsistensi, dan perjuangan.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana caranya? Metode pengembangan anak di Alkindi Islamic Daycare Plus disandarkan pada 3 pilar yang bersumber dari 1 energi. Sumber energy utama yang menjadi landasan adalah cinta dan kasih sayang yang digambarkan dengan warna merah jambu. Karena kami percaya, bahwasanya tidak aka nada pendidikan terbaik tanpa adanya cinta dan kasih sayang. Sumber energy cinta dan kasih sayang ini akan mengalir menuju 3 pilar kekuatan utama, yakni: 1. keteladanan karakter (warna merah), 2. kepedulian terhadap sesama & lingkungan (warna hijau), serta 3. kreativitas, inovasi, dan peningkatan berkelanjutan (warna oranye). Dari satu sumber energy dan 3 pilar inilah, Alkindi Islamic Daycare Plus berharap bisa berperan dalam membantu membentuk generasi Indonesia yang brilian, yakni yang cerdas sekaligus mulia. :)

Share This:

Comments ( 1 )

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

free vectors