Alkindi Daycare: Membantu Orangtua Membentuk Anak Briliant Sejak Dini

 

Memiliki seorang anak yang sholeh/sholehah, cerdas, dan berakhlak mulia, adalah dambaan bagi setiap orangtua. Namun apakah hal itu akan terjadi begitu saja? Tentu saja tidak. Manusia adalah sekumpulan proses, dan sesungguhnya bagaimana jadinya anak kita nantinya di masa depan, sangat bergantung pada bagaimana cara kita mengembangkan dan mendidiknya semenjak belia. Hal inilah yang seringkali terlupakan oleh para orangtua.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana sesungguhnya cara mengembangkan dan mendidik anak supaya menjadi anak yang cerdas, mulia, dan brilian? Dr. Georgi Lozanov, seorang pendidik dari Bulgaria, psikolog dan Bapak Proses Belajar Akselerasi menuliskan, “Semua anak dilahirkan dengan potensi menjadi genius. Bagaimanapun, dalam proses pertumbuhannya, banyak yang mengalami kemunduran kegeniusannya oleh saran-saran norma sosial yang negative.” (Adam Khoo & Gary Lee, 2009).

Perkembangan otak ini sendiri memiliki waktu kritis yang terbatas, atau yang biasa disebut dengan usia emas atau goleden ages. Pada usia 0-3 tahun, jaringan otak anak akan berkembang sangat pesat. Masa emas ini hanya berlangsung sekali sepanjang hidup seseorang. Kesalahan pemberian stimulus atau input pada usia ini dapat berakibat fatal terhadap perkembangan syaraf dalam otaknya. Maka, pada usia ini, nutrisi dan stimulasi yang optimal sangatlah diperlukan. Stimulasi yang tepat secara terus menerus akan membuat jaringan semakin tebal dan banyak. Semakin tebal dan banyak jarigan saraf seseorang, maka akan semakin banyak pula sinapsis atau persambungan antar neuron yang terbentuk di otak anak tersebut, dan semakin cerdaslah ia. (Suyadi, 2010).

Perbedaan kecerdasan seseorang sesungguhnya merefleksikan perbedaan kemampuan otak untuk membangun koneksi antar neuron sebagai reaksi dari pengalaman yang ia dapatkan dari lingkungan di sekitarnya (Garlick, 2003 dalam Papalia et.al, 2009).  Pengalaman yang terjadi pada usia-usia awal terutama di 3 tahun pertama bisa memberikan efek jangka panjang dalam pembentukan kapasitas sistem saraf sentral untuk belajar dan menyimpan informasi di kemudian hari saat seseorang sudah dewasa (Society for Neuroscience, 2005; dalam Papalia et.al, 2009). Bahkan, pada tiga tahun pertama inilah berat otak bertambah sebesar 80% jika dibandingkan dengan berat otak orang dewasa. (http://womenworld.org/family/golden-age-for-baby-brain-development)

Namun, yang menjadi ironi, mengingat besarnya kebutuhan hidup masa kini, para pasangan muda justru seringkali terpaksa menjadi terlalu sibuk di masa-masa awal pernikahan mereka. Kebutuhan yang melangit menyebabkan kedua orangtua harus bekerja di luar rumah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga, anak-anak di usia emas terpaksa ‘diserahkan’ kepada asisten rumah tangga yang relative kurang memperhatikan input dan stimulus yang masuk bagi anak-anak. Dari beberapa responden, ditemukan banyak fenomena anak-anak yang menjadi terlambat bicara karena di rumah berinteraksi hanya dengan asisten rumah tangga yang cenderung tidak banyak mengajak anak berbicara. Hal ini sungguh disayangkan, masa-masa emas yang terbuang dan tersia-siakan begitu saja.

Melihat kenyataan ini, maka kami membangun Alkindi Islamic Daycare Plus sebagai solusi bagi orangtua yang harus memenuhi kebutuhan dengan bekerja di luar rumah, namun tetap ingin mengoptimalkan pendidikan dan perkembangan otak buah hati di usia emas mereka. Alkindi Islamic Daycare Plus berkomitmen untuk membantu mengembangkan potensi terbaik anak, dengan memberikan stimulus terbaik, di masa-masa perkembangan terbaik. Dengan metode pengembangan Islami dan sistem pembelajaran berbasis sentra, kami ingin mencetak generasi Indonesia yang brilian, sejak dini :)

Share This:

Comments ( 0 )

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    free vectors