7 Tips Memilih Daycare Depok yang Tepat

Hidup di Ibukota, memang membutuhkan energi dan perjuangan ekstra. Sebagai seorang anak perantauan, saya bisa merasakan perbedaan yang cukup signifikan antara kebutuhan hidup di Jakarta dengan kebutuhan kehidupan di daerah. Sekolah yang sedemikian mahal, bensin, tol, makan, pakaian, tempat tinggal, belum lagi agenda hiburan. Namun, besarnya kebutuhan ternyata sejalan dengan tingkat pendapatan dan kesempatan, yang notabene lebih tinggi dari beberapa daerah di luar ibukota. Karena tingginya kebutuhan finansial, dan mungkin juga adanya kebutuhan aktualisasi diri, dewasa ini banyak perempuan yang memilih menjadi wanita karir dan bekerja di luar rumah. Hal ini tentu saja menjadi sebuah dilema. Mengingat ketika sudah menikah, perempuan sesungguhnya memiliki kewajiban utama untuk melayani suami, mendidik anak, dan mengelola rumah tangga. Jika untuk urusan rumah tangga, mungkin memang ada asisten rumah tangga yang siap membantu kita. Urusan suami, biasanya baru benar-benar dibutuhkan sore hingga malam hari, ketika suami pulang kerja. Namun, jika urusan anak? Apakah Anda yakin, ingin menitipkannya pada baby sitter atau asisten rumah tangga? Jika tidak, lalu siapa yang hendak menjaga anak kita? Neneknya kah? Tantenya kah? Atau, daycare? Depok sebagai kota satelit memberikan banyak pilihan tempat penitipan anak atau daycare.

3 Tahun Paling Penting dalam Kehidupan.

Di antara sekian banyak faktor dalam kesuksesan seseorang di masa depan, ternyata pendidikan dan stimulasi pada saat usia dini (Early Childhood Education) memegang peranan kunci. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi hal ini. Yang pertama, faktor psikologis. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa pada usia Golden Age ini, terjadi proses pembentukan neuron, hingga 80% dari volume otak orang dewasa. Karena itu, memberikan stimulasi yang kaya dan pendidikan yang memadai untuk anak usia dini merupakan hal yang sangat penting. Bahkan, sejumlah riset menunjukkan bahwa setiap Dollar yang diinvestasikan untuk pendidikan Anak Usia Dini menghasilkan rata-rata $7-$13 di masa depan. Berdasarkan penelitian High Scope, anak-anak yang usia Golden Age nya terstimulasi dengan baik memiliki kesiapan masuk sekolah, prestasi akademis, dan bahkan tingkat pendapatan yang lebih tinggi sekitar 40% ketika mereka dewasa. Pendidikan dan stimulasi pada karakter juga dimulai pada usia ini. Segala input yang masuk di usia dini, akan membekas hingga seseorang tumbuh dewasa. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa, “mendidik di usia dini bagaikan mengukir pada sebuah batu.” Maka, menentukan dan membentuk lingkungan yang tepat pada masa keemasan anak, merupakan hal yang sangat penting. Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah daycare. Karena, daycare bisa memberikan beberapa dampak positif kepada ananda, seperti melatih bersosialisasi, memperkaya stimulus yang diberikan, melatih anak untuk berbagi (hal ini merupakan poin penting untuk mengurangi karakter Egosentris, yang merupakan tugas perkembangan di usia 3 tahun menurut teori Erikson), membentuk kebiasaan positif, melatih kemandirian, hingga membentuk disiplin dan hidup teratur melalui rutinitas daycare yang terjadwal. Lalu, bagaimana caranya memilih daycare yang baik? Berikut ini beberapa tips yang bisa dijadikan bahan pertimbangan.

7 Tips Memilih Daycare

1.      Cari yang memberikan pendidikan agama dan akhlak

Bagaimanapun, faktor agama adalah hal yang sangat penting dalam membentuk karakter ananda. Apalagi di masa-masa emas. Karena bagaimanapun, tujuan utama sebuah keluarga muslim tentu saja ingin membentuk anak yang sholeh-sholehah, cerdas pikirnya, dan mulia akhlaknya. Membimbing anak-anak kita untuk sukses baik di dunia maupun di akhiratnya. Dunia hanyalah perjalanan untuk mengumpulkan perbekalan menuju kematian, maka mengumpulkan bekal keimanan semenjak dini adalah hal yang paling krusial. Mencarikan sebuah lingkungan yang membuat anaknya mencintai dan mengenal Allah sebagai Tuhan, Rasulullah sebagai Teladan, dan Al-Qur’an sebagai pedoman, menjadi salah satu tanggungjawab penting orangtua. Karena sesungguhnya amanah orangtua yang paling utama adalah membimbing anak sesuai fitrahnya: kembali kepada Tuhannya. Maka dari itu, mencari daycare yang mendukung tujuan utama kehidupan ini menjadi hal yang sangat penting.

2.      Perhatikan konsep, kurikulum, stimulus yang diberikan

Salah satu poin penting dan kelebihan menitipkan anak di daycare daripada menitipkannya kepada asisten rumah tangga atau babysitter adalah karena kualitas stimulus yang diberikan. Sebuah riset mengatakan bahwa kualitas otak dan kecerdasan seseorang sesungguhnya bermuara pada 3 hal: genetis, nutrisi, dan stimulus. Maka, mengkaji visi, konsep, dan kurikulum utama yang ditawarkan sebuah daycare menjadi hal yang sangat penting. Karena sebagian waktu aktif ananda berada di daycare, kita harus mengetahui, “hendak dibawa ke mana kah anak kita?” JIka daycare tidak memiliki sebuah kurikulum atau konsep pendidikan yang jelas, lebih baik mencari yang lain lagi. Karena bagaimanapun, sungguh amat disayangkan jika periode emas dengan pengembangan neuron otak yang sangat pesat tersebut tidak dikembangkan secara maksimal.

3.      Pengajar: Jumlah, Latar Belakang, Keterbukaan, dan Kerjasama

Mencari daycare yang baik, berarti kita mencari sosok pengganti “ayah-bunda” yang akan menggantikan tugas utama kita menjaga dan mendidik anak-anak kita. Di antara sekian banyak karakter, yang paling penting diperhatikan adalah karakter mengasihi, menyayangi, dan mencintai. Karena bagaimanapun, di usia tersebut (dan usia-usia selanjutnya bahkan hingga dewasa), kebutuhan utama seseorang adalah afeksi: disayangi, dicintai, dibelai, dan dipeluk. Maka, carilah daycare yang memiliki pengajar dan pengasuh yang memiliki kasih sayang yang tinggi. Setelah menilai karakter pengajar, barulah kita menilai rasio pengajar dan murid (maksimal 1:4), jumlah kuota maksimal murid (daycare yang baik akan membatasi jumlah muridnya sesuai dengan kapasitas ruangan), dan latar belakangnya. Sangat penting dalam sebuah daycare memiliki setidaknya satu orang yang berpengalaman menjadi guru TK/PAUD. Selanjutnya, barulah menilik bagaimana keterbukaan pengajar dalam melaporkan kondisi di daycare kepada orangtua murid, dan bagaimana komitmen pengajar-pemilik daycare untuk  bekerjasama bahu membahu untuk mengembangkan ananda.

4.      Kebersihan, Kenyamanan, Keamanan tempat

Kualitas lingkungan dan ruangan daycare tempat ananda beraktivitas sehari-hari menjadi hal yang penting untuk dikaji berikutnya. Poin kebersihan, kenyamanan, dan keamanan tempat adalah hal yang perlu dikaji. Lebih baik jika posisi daycare jauh dari jalan raya, dan berbentuk rumah yang membuat anak lebih merasa nyaman seperti di rumah sendiri. Perlu juga dilihat, apakah daycare memiliki ruang yang cukup lapang untuk anak bermain dan berlarian dengan bebas. Usia 1-5 tahun adalah masa di mana anak-anak sangat suka mengeksplorasi dan berlari ke sana ke mari untuk melatih motorik kasar mereka.

5.      Laporan Harian

Daycare yang baik akan memberikan laporan kepada ananda, entah secara lisan ataupun tulisan melalui catatan ataupun “Buku Perkembangan” mengenai bagaimana progress perkembangan ananda di daycare. Pengajar yang dapat dengan mudah diakses melalui beberapa aplikasi chat seperti What’s app, BBM, atau line, akan memberikan kemudahan komunikasi kepada orangtua yang membuat hati lebih tenang.

6.      Lokasi

Pilihan lokasi menjadi hal yang penting. Dalam memilih daycare, sebaiknya memilih di antara dua opsi: dekat dengan rumah, atau dekat dengan kantor. Jika dekat dengan rumah, keuntungannya orang-orang di rumah yang lain bisa menjemput jika orangtua berhalangan. Jika mencari di daerah margonda, terdapat daycare TPA Makara di Universitas Indonesia. Jika di daerah Beji-Kukusan-Tanah Baru, terdapat Tsabitha daycare. Jika di daerah depok timur, depok 2, sukmajaya, raden saleh, studio alam, bella casa, terdapat Alkindi Islamic Daycare Plus yang bisa mejadi piihan.

7.      Harga & Ketersediaan Trial

Poin ketujuh untuk dijadikan bahan pertimbangan adalah harga dan ketersediaan free trial. Free trial akan sangat bermanfaat untuk menghitung jarak tempuh rumah-daycare, ketepatan waktu penjemputan, dan tentu saja kenyamanan anak saat di daycare. Meskipun begitu, ketika anak menangis ketika ditinggal pertama kali adalah hal yang wajar. Tidak perlu panik :) Adaptasi anak memang memerlukan waktu yang cukup lama. Yang terpenting adalah melalui free trial ini kita akan melihat bagaimana para pengajar berkomunikasi dan mengelola kegiatan. Harga juga menjadi bahan pertimbangan. Patut diperhatikan bahwa yang terpenting bukan tinggi-rendahnya harga,  namun perbandingan antara harga dengan value yang diberikan. Kalau menurut hemat penulis, bagaimanapun memilih kualitas pendidikan, program, dan stimulus yang diberikan adalah yang pertama. Masa emas anak hanya satu kali, jadi jangan sia-siakan begitu saja :)

 

 

Demikian beberapa panduan memilih daycare dari penulis. Semoga bermanfaat dan bisa membantu bunda memilih tempat terbaik untuk ananda :)

Share This:

Comments ( 0 )

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    free vectors